Breaking News
Home / Artikel / Transkrip Taushiah HRS pada Reuni Akbar Mujahid 212 2018

Transkrip Taushiah HRS pada Reuni Akbar Mujahid 212 2018

Print Friendly, PDF & Email

……..Pembukaan Taushiah………

Saudaraku seiman dan se aqidah,
Saudaraku sebangsa dan se tanah air.

Tadi sudah sama kita dengarkan pemutaran kembali khutbah jum’at 212 yang pernah saya sampaikan pada aksi Bela Islam 212 pada tanggal 2 Desember dua tahun yang lalu, yaitu pada tahun 2016, yang berjudul Ayat Suci diatas Ayat Konstitusi.

Sengaja khutbah tersebut diputar kembali oleh Panitia Reuni ini, untuk mengingatkan kita semua, bahwa Aksi 212 lahir dari pertarungan ideologi. Pertarungan ideologi antara akidah tentang ayat suci diatas ayat konstitusi melawan propaganda tentang ayat konstitusi diatas ayat suci. Jadi, dari Aksi 212 yang pernah digelar pada tahun 2016, tidak lain dan tidak bukan aksi tersebut lahir dari Pertarungan ideologi yaitu pertarungan antara akidah dan propaganda. Ayat suci diatas ayat konstitusi adalah akidah yang tinggi lagi mulia, sedangkan ayat konstitusi diatas ayat suci adalah propaganda busuk dari kalangan anti agama

Saudaraku seiman dan se aqidah,
Saudaraku sebangsa dan se tanah air.

Tanamkan dalam jiwa dan sanubarimu yang paling dalam, bahwa ayat suci adalah wahyu ilahi yang maha tinggi dan wajib ditaati, sehingga tidak boleh direvisi, apalagi diganti. Sedangkan konstitusi adalah produk akal insani yang wajib tunduk kepada ayat suci, karena ayat suci merupakan wahyu Ilahi. Jadi, selama ayat konstitusi seiring dan sejalan dengan ayat suci maka wajib kita patuhi. Namun, jika ayat konstitusi tidak sejalan dan bertentangan dengan ayat suci, maka wajib ayat konstitusi tersebut diamandemen, direvisi dan diganti, diluruskan agar senafas dan senyawa dengan ayat suci yang merupakan wahyu Ilahi.

Ayat konstitusi yang manapun, baik berupa UUD yang dibuat oleh MPR RI, atau berupa UU yang dibuat oleh DPR RI, atau berupa aturan lainnya yang dibuat oleh Presiden atau yang dibuat oleh para Menterinya – ataupun dibuat oleh Kepala Daerah Tingkat I atau Tingkat II, maka wajib kita kawal dan kita jaga serta kita rawat agar tidak bertentangan dengan ayat suci. In syaa Allah, kalau kita selalu mengawal, selalu menjaga dan selalu merawat ayat suci dengan rawatan yang benar, maka ayat konstitusi akan selalu seiring sejalan dengan ayat-ayat suci, In syaa Allah.

Saudaraku seiman dan se aqidah,
Saudaraku sebangsa dan se tanah air.

Ketahuilah bahwa penegakan ayat suci di Negara Kesatuan Republik Indonesia, buka saja merupakan kewajiban agama, tetapi juga merupakan amanat konstitusi NKRI, baik landasan idiil Pancasila maupun landasan konstitusionil UUD 1945.

Yang pertama, dari landasan idiil Pancasila, sila pertama yang disepakati oleh para founding fathers Bangsa Indonesia adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Dan yang kedua, dalam landasan konstitusionil UUD 1945, baik di pembukaan maupun di batang tubuhnya, dalam Pasal 29 ayat (1), para Founding Fathers Bangsa Indonesia telah menyapakati sebuah konsensus nasional, yaitu sebuah kesepakatan bangsa, bahwa Dasar Negera Republik Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, berdasarkan landasan idiil maupun landasan konstitusionil. Bahwa rakyat serta bangsa Indonesia, dalam kehidupan beragama serta berbangsa dan bernegara, wajib selalu menjunjung tinggi hukum Tuhan yang Maha Esa, yaitu hukum-hukum Tuhan yang tertuang dalam ayat-ayat suci.

Jadi dengan demikian, jelas bagi kita semua bahwa Indonesia adalah Negara beragama. Bahwa Indonesia adalah Negara yang berketuhanan yang maha esa. Bahwa Indonesia adalah Negara Tauhid, yang melindungi semua agama dan menjamin kebebasan beragama bagi seluruh bangsa Indonesia tanpa paksaan.

Jadi, dengan demikian juga bisa kita tegaskan, bahwa Indonesia bukan Negara Komunis Negara Atheis yang anti-tuhan. Bukan juga Negara liberal yang anti agama. Bukan pula Negara sekuler yang anti syariat.

Alhamdulillahi robbil ‘alamiin, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Taala bahwa Indonesia adalah Negara beragama, Negara berketuhanan yang maha esa, Negara tauhid yang melindungi semua agama dan menjamin kebebasan beragama bagi seluruh bangsa Indonesia tanpa paksaan. Kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Indonesia bukan Negara Komunis Negara Atheis yang anti-tuhan. Bukan juga Negara liberal yang anti agama. Bukan pula Negara sekuler yang anti syariat.

Saudaraku seiman dan se aqidah,
Saudaraku sebangsa dan se tanah air.

Melalui Reuni Akbar Mujahid 212 ini, marilah bersama kita renungkan sejenak kondisi bangsa dan negara kita dalam lama tahun terakhir. Selama ini di Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita sama merasakan kuat indikasinya adanya gerakan sistematis dan struktural yang ingin menghancurkan sendi-sendi kehidupan beragama dan berbangsa serta bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menghalalkan segala cara:

Pertama, pembiaran aliran sesat dan penodaan agama secara massif, bahkan para pelakunya dilindungi dan dibesarkan. Padahal, agama apapun – agama apapun tidak boleh dinista dan dinodai. Apalagi agama Islam yang merupakan agama yang rahmatan lil-‘alamiin.

Kedua, pembiaran kezaliman dan ketidakadilan yang meruntuhkan sendi-sendi penegakan hukum secara keji dan jahat, sehingga sikap suka-suka kini menjadi landasan penegakan hukum di Indonesia. Hasilnya, yang disukai rezim bebas melanggar hukum, sedangkan yang tidak disukai rezim akan dikerjai dengan aneka rekayasa hukum.

Ketiga, pemberhalaan ekonomi neo-lib berdasarkan sistem utang ribawi yang telah mengundang penjajah asing yang kejam dan ganas serta bengis sehingga menghancurkan perekonomian rakyat jelata secara mengerikan. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Lapangan kerja dijarah Asing. Nilai mata uang terus merosot. Pasar Rakyat dilibas habis oleh konglomerat hitam. Bahkan, wong cilik kini mulai banyak yang kelaparan dan kekurangan gizi.

Yang keempat, pembiaran kemunkaran dan kemaksiatan seperti perdukunan, korupsi, narkoba, miras, judi, pornografi, prornoaksi, prostitusi dam LGBT, sehingga karena dibiarkan kemungkaran dan kemaksiatan tersebut meraja lela dan merusak generasi muda bangsa secara menakutkan sekaligus mengundang bencana di mana-mana. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

Yang kelima, pembudayaan dan pelestarian kebohongan. Dalam pengelolaan negara, ironisnya bohong dijadikan tradisi dan dipertontonkan secara telanjang. Bahkan, dalam soal kecil sekalipun harus bohong. Rakyat terus menerus dicekoki berita-berita hoax dan fitnah, pernyataan-pernyataan yang penuh dusta dan bohong. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

نَسْتَغْفِرُ اللهِ الْعَظِيْمِ … نَسْتَغْفِرُ اللهِ الْعَظِيْمِ … نَسْتَغْفِرُ اللهِ الْعَظِيْمِ
مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَظِيْمٍ وَنَتُوْبُوا اِلَيْهِ

Saudaraku seiman dan se aqidah,
Saudaraku sebangsa dan se tanah air.

Kondisi buruk dan situasi gawat ini harus segera dihentikan. Kondisi buruk dan situasi yang sangat gawat dan berbahaya ini harus segera disetop, tidak boleh dibiarkan. Caranya, kita wajib secara bersama-sama bersatu padu – bahu membahu wajib segera melakukan perubahan. Sekali lagi, melakukan perubahan. Sekali lagi melakukan perubahan, yaitu perubahan ke arah yang lebih baik. Jangan lupa, bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surah Ar-Ra’du ayat 11 berfirman dengan tegas. Faqola ta’ala:

إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Allah nyatakan dalam Al-Quran, dalam kitab suci-NYA, sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum atau suatu bangsa, hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Jadi jelas, jika kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar ada perubahan pada nasib bangsa dan negara ke arah yang lebih baik, maka kita wajib berjuang untuk melakukan perubahan. Dan Alhamdulillah wa syukurillah, Allah Subhanahu wa Ta’ala yang maha tinggi lagi maha agung, telah memberi kesempatan luar biasa, telah menganugerahkan kepada bangsa Indonesia kesempatanemas untuk melakukan perubahan. Saat ini pintu perubahan sudah semakin dekat.

Saat ini pintu perubahan sudah ada didepan mata kita semua. Karenanya, jangan disia-siakan. Jangan disia-siakan. Ayo kita bergandeng tangan merapatkan barisan menyatukan semua kekuatan untuk berjuang melakukan perubahan di NKRI kearah yang lebih baik.

Ayo ubah negara ini dari penuh maksiat menjadi penuh  taat sehingga menjadi negeri penuh berkah.
Ayo ubah Negara ini dari penuh hoax dan fitnah, penuh dusta dan bohong, penuh hoax zalim dan khianat menjadi Negara yang penuh dengan fakta dan kejujuran, penuh dengan kebaikan dan kebenaran, penuh dengan adil dan amanah.
Ayo ubah Negara dari ekonomi neo-lib yang penuh dengan utang dan riba menjadi ekonomi halal yang penuh rahmat dan berkah.
Ayo ubah Negara dari demokrasi liberal menjadi negara musyawarah mufakat yang sejati sesuai dengan jatidiri bangsa Indonesia selama ini.
Ayo ubah negara yang penuh dengan kriminalisasi ulama dan terorisasi ormas serta liberalisasi pendidikan menjadi negara yang memuliakan ulama dan mengayomi ormas serta memajukan pendidikan dengan al- akhlaqul karimah.

Ayo Ayo Ayo Selamatkan NKRI dengan perubahan. In syaa Allah, kalau kita sudah berjuang dengan ikhlas bahu membahu berkerja keras penuh pengorbanan, In syaa Allah perubahan akan datang bagi bangsa dan negara Indonesia ke arah yang lebih baik, aamiin… aamiin… aamiin ya robbal ‘alamiin.

Saudaraku seiman dan seaqidah,
Saudaraku sebangsa dan setanah air.

Akhirnya di penutup Reuni Akbar Mujahid 212 atau Reuni Akbar Pejuang 212 ini kami sampaikan kepada segenap ummat Islam dan seluruh rakyat Indonesia dengan tulus dan ikhlas Amanat Perjuangan untuk Perubahan.

Jadi, di penutup acara ini kami ingin sampaikan Amanat Perjuangan untuk Perubahan.

Sekali lagi, kami ingin menyampaikan Amanat Perjuangan untuk Perubahan.

Ini amanat perjuangan, bukan kampanye. Ini amanat perjuangan, bukan propaganda politik. Ini amanat perjuangan, bukan politisasi reuni. Amanat perjuangan yang saya maksudkan adalah, perhatikan semua dengan baik, fokus serius.

Amanatnya adalah :

Ayo di Pilpres dan Pileg 2019, kita wajib berjuang bersama untuk perubahan
Ayo di Pilpres dan Pileg 2019, kita wajib berjuang bersama untuk perubahan
Ayo di Pilpres dan Pileg 2019, kita wajib berjuang bersama untuk perubahan

Inilah adalah amanat perjuangan untuk perubahan yang ingin kami sampaikan dan gaungkan ke seluruh pelosok tanah air Indonesia.

Oleh karenanya, kami nyatakan tanpa sedikitpun keraguan pada saat ini, pada detik ini, pada acara Reuni Akbar Mujahid 212, bahwasanya di Pilpres dan Pileg 2019….

HARAM kita memilih Capres dan Caleg yang diusung Partai-Partai Pendukung Penista Agama.

Sekali lagi…
HARAM kita memilih Capres dan Caleg yang diusung Partai-Partai Pendukung Penista Agama.

Sekali lagi…
HARAM kita memilih Capres dan Caleg yang diusung Partai-Partai Pendukung Penista Agama.

Partai-partai yang anti syariat…
Partai-partai yang pura-pura mengusung Pancasila ternyata Anti Pancasila.
Partai-partai yang justeru anti NKRI – anti UUD 1945, dan anti kebhinekaan
Mereka tidak mampu toleransi untuk menerima perbedaan dengan ummat Islam,
Mereka selalu memaksakan kehendak agar Ummat Islam mengikuti syahwat syaithoniah yang merasuki diri mereka.

Karena itu saya ulangi sekali lagi…

Di Pilpres dan Pileg 2019 …HARAM…. HARAM …HARAM.. kita memilih Capres dan Caleg yang diusung Partai-Partai Pendukung Penista Agama yang anti syariat, anti Pancasila, anti NKRI, anti UUD 1945, dan anti kebhinekaan.

Ayo sebar luaskan dari kota hingga pedesaan, dari gunung hingga ke lembah, dari bukit hingga ke sawah-sawah, bahwa sanya…

HARAM, sekali lagi HARAM kita memilih Capres dan Caleg yang diusung Partai-Partai Pendukung Penista Agama dari kalangan mereka siapapun calon mereka

Ayo saya serukan kepada Ummat Islam dimanapun anda berada, di seluruh bumi pertiwi Indonesia tercinta…

Ayo kita pilih Capres dan Cawapres Hasil Ijtima’ Ulama
Ayo kita pilih Capres dan Cawapres Hasil Ijtima’ Ulama
Ayo kita pilih Capres dan Cawapres Hasil Ijtima’ Ulama

Ayo kita pilih Caleg yaitu Calon Legislatif, Calon Anggota Dewan dari Parta-Partai Koalisi keummatan Hasil Ijtima Ulama yang siap bela Agama, siap bela bangsa, dan siap bela negara

Jangan khawatir…Jangan khawatir…Jangan khawatir…
Kita ada bersama pada janji Allah Subhanahu wa Ta’ala selama kita ikhlas, selama kita bersatu, selama kita kerja keras, hanya mencari ridho Allah, maka kita tidak akan lepas dari janji Allah yang Agung lagi Mulia, dimana Allah menjanjikan…

“Nashrum minallah wa fathun Qoriib wa bassyiril mukminin”. 

“Nashrum minallah wa fathun Qoriib wa bassyiril mukminin”.

“Nashrum minallah wa fathun Qoriib wa bassyiril mukminin”.

Nashrum minallah … Pertolongan itu datang dari Allah wa fathun Qoriib… dan Kemenangan itu sudah dekat….  wa bassyiril mukminin.. dan beritakan lah kabar kembira kepada orang beriman.

Hei Ummat Islam,

Hei Seluruh Bangsa Indonesia,

Yakinlah pertolongan Allah yang Maha Kuasa, Allah yang Maha Esa, akan datang dan kemenangan sudah ada di depan mata. Berikanlah kabar gembira ini kepad orang-orang beriman.

Nashrum minallah wa fathun Qoriib wa bassyiril mukminin.

Shodaqollahul ‘aliyyul ‘adziim wa baroka Rasulullah nabiyyu habibul kariim  wa nahnu ‘ala dzalika ma’as syaahidiinas syaakiriin

Walhamdulillahi robbil ‘alamiin.

 

About Azhar Zainuri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *