Breaking News
Home / Strategi / 6. Kerahkan Semua Kekuatan

6. Kerahkan Semua Kekuatan

Print Friendly, PDF & Email

 

#6. KERAHKAN SEMUA KEKUATAN

oleh : Sabar Sitanggang. 2018. 

10 Langkah Menang di Dapil,

Depok: Pustaka Ar-Rayhan

“Sesuatu hal yang memerlukan kehati-hatian yang tinggi ialah mengenai pemerintahan di daerah. Indonesia adalah sebuah Negara kesatuan, dan sentralisme yang berlebihan sebagaimana dipraktikkan di masa lain, telah dikurangi dengan otonomi daerah. Namun UU tentang Pemerintah Daerah kiranya perlu dievaluasi untuk mencegah semangat kedaerahan yang berlebihan. Ketentuan mengenai pemilihan kepala daerah ada baiknya juga dikaji ulang untuk mencegah politik biaya tinggi, yang dapat membawa implikasi terjadinya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di daerah.

 

Pemilu adalah Perang! Dan hukum perang hanya ada 2 (dua): Pertama, “Membunuh atau terbunuh”. Kedua, “Menang jadi Penguasa, dan Kalah jadi budak!”

Karenanya setiap Caleg harus bertekad untuk menang di dapilnya masing-masing pada pemilu 2019. Untuk itu perlu upaya dan persiapan yang matang. Segala potensi kekuatan yang dimiliki dan mungkin bisa dikreasikan, jauh-jauh hari sebelumnya harus diperhitungkan.

Bahkan, soal yang paling penting, yakni biaya yang memang dibutuhkan dalam jumlah yang tidak sedikit, harus benar-benar diperhitungkan secermat-cermatnya. Untuk itu pembuatan account tunggal di dapil guna mengantisipasi hal itu, dan untuk hal kreatif lainnya, pantas dicoba.

Soal kekuatan dan hubungannya dan perang, al-Qur’an sejak dini sudah jelas memberi peringatan (early warning system), bahwa:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لا تُظْلَمُونَ

“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan daripada pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya. Apa saja yang kamu infaqkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi/dirugikan-(QS Al-Anfal: 60

Kekuatan apa saja yang harus dipersiapkan? Kekuatan konvensional dan non-konvensional. Persiapan kekuatan konvensional antara lain: infrastruktur partai, khususnya di tingkat terendah, Desa/Kelurahan. Mengapa? Karena infrastruktur ini adalah bagian integral partai dan merupakan sesuatu yang harus ada/diadakan.

Keberadaan infrastruktur partai di tingkat terendah ibarat pos-pos di garis pertempuran. Pos-pos dijaga, karena merupakan celah yang mungkin musuh menyusup.

Infrastruktur partai dalam praktiknya bisa bermanfaat kaitannya dengan perangkat kekuasaan formal  Negara, Desa/Kelurahan. Kelemahannya, kemampuan melakukan penetrasi sampai ketingkat yang lebih luas, infrastruktur partai relatif nihil karenanya diperlukan hal lain. Hal lain ini dipenuhi oleh kekuatan non-konvensional.

Apa itu kekuatan non-konvensional?

Apapun yang bisa membantu memenangkan perjuangan. Masalahnya, kemampuan sebagai Caleg  terbatas, sementara kebutuhan untuk memenangi perang tak terbatas! Karenanya dibutuhkan KREATIVITAS untuk merancang pemenangan.

Kreativitas adalah jalan yang menghubungkan sesuatu yang tampaknya musykil menjadi mungkin. Dalam konteks pemenangan pemilu, kreativitas itu tertuang dalam 2 (dua) hentuk, yakni PROMOSI dan SILATURRAHIM.

Pertanyaan penting berikutnya adalah, Promosi seperti apa dan Silaturrahim yang bagaimana, yang bisa berdampak pada pemenangan pemilu dalam arti mendulang suara bagi Partai/Caleg?”

Jawabnya singkat, “Yang Bermutu!”  Ya, Promosi dan Silaturahim yang bermutu.

Masih ingat tagline Nokia? Atau ide dasar yang dibangun oleh Steve Jobs, setelah bertapa lepas Macintosh dihempaskan oleh Microsoft-nya Bill Gates dan bangkit kembali?

Nokia membangun branding perusahaannva dengan satu frasa yang indah connecting people. Jobs menawarkan teknologi yang bukan semata-mata canggih dari sisi fisika lanjut yang mekanistik, yang memisahkan manusia dengan teknologi dalam ruang berbeda. Ia menciptakan ruang bersama antara teknologi dan penggunanya, yang lebih lembut. Human touch, sentuhan manusiawi. Bukan hanya menghubungkan antar sesama manusia, tapi ‘menyatukan’ manusia dan teknologi dalam sebuah hubungan yang unik. Lahirlah teknologi layar sentuh dan turunannya. Manusia terhubung secara emosional dengan teknologi.

Nah, filosofi inilah yang harus dibangun ketika melakukan Promosi dan Silaturrahim kepada pemilih. Ini yang dimaksud sebagai Promosi dan Silaturrahim Yang Bermutu!

Apa keluaran yang diharapkan dari Promosi dan Silaturahim Yang Bermutu ini? Terbangunnya trust. Terbangunnya kepercayaan publik baik terhadap partai bahkan caleg! Dari trust terbangunlah empati.

Pertanyaan berikutnya, “Siapa yang harus melakukan semua itu?” Jawabnya Calon dan Tim Pemenangan serta Relawannya. Pemenangan Dapil dalam Pemilu dalam nilinya terjadi karena usaha kolektif banyak orang.

Setiap Caleg harus telah berpikir memiliki dan membangun tim pemenangan dan relawan. Perencanaan pemenangan oleh tim dan digerakkan bersama relawan merupakan kekuatan non-konvensional yang bisa menghasilkan daya penetrasi maksimal.

Kuantitas serta kualitas Promosi dan Silaturrahim Yang Bermutu, yang dilalukan Caleg ini dibantu oleh Tim Pemenangan dan Relawan akan termultiplikasi secara masif. Dalam kondisi ini seperti ini, kaedah utama yang harus dibangun dan dihindari adalah: Pressure – Repeating – Impact.

Pressure, sebagai bentuk Promosi dan Silaturrahim Yang Bermutu, harus dilakukan terus menerus bahkan berulang-ulang (Repeating). Karena perulangan ini pada gilirannya akan menghasilkan dampak ikutan (Impact) yang diharapkan.

Seiring kemajuan teknologi informasi, maka pengerahan kekuatan non-konvesional, sangat dimungkinakan. Infiltasi berupa promosi dan silaturrahim yang bermutu melalui media sosial, akan sangat mudah termultiplikasi. Karenanya salah bagian yang harus hadir dalam tim pemenangan adalah Tim IT.

Pembanjiran informasi tentang Caleg dan Partai adalah pesan utama yang harus tersampaikan kepada publik, di dapil khususnya.

Pada bagian akhir, penulis ingin membuat pengandaian sederhana.

Suatu Dapil DPRD Kota X-5 adalah Kecamatan Taser yang memiliki kuota 10 kursi dengan jumlah TPS sebanyak 541 buah. Sementara Daftar Pemilih Tetap (DPT)-nya sebanyak 135.326 orang. Bila Caleg berinisial OK akan merencanakan teknik kampanye dan sosialisasi diri dengan Silaturrahim Yang Bermutu, apa dan bagaimana ia akan melakukannya?

Langkah pertama, gunakan hidden threshold untuk menentukan harga satu kursi teoretis ideal, yakni (100/n)%. Diperoleh nilai prosentase mutlak bahwa harga kursi di dapil itu adalah 10%. Selanjutnya diasumsikan bahwa tingkat partisipasi pemilih sebesar 90%, berarti: = 90% x 135.326 = 121.794 pemilih yang memilih.

Bila dianggap bahwa 97% suara suara pemilih adalah sah coblosannya, maka jumlah suara sah di dapil itu adalah: = 97% x 121.794 = 118.141 suara sah.

Akibatnya, nilai suara sah ideal yang harus diraih oleh Caleg OK adalah sebanyak 11.815 suara. Dengan menganggap distribusi dukungan terhadap Caleg OK adalah merata di setiap TPS, maka jumlah suara yang harus diraih di setiap TPS malah sebanyak: = 11.815/541 = 22 suara/TPS.

Selanjutnya, dengan asumsi bahwa setiap keluaga di TPS terdiri atas 3 orang yang berhak memilih, maka: = (22/3) Keluarga/TPS = 8 Keluarga/TPS. Angka 8 Keluarga/TPS itu kecil. Tapi, bila dilakukan sendiri, dengan asumsi bahwa 1 (satu) bulan = 30 hari, maka waktu yang diperlukan untuk bersilaturrahim kepada 11.815 orang adalah: = 11.815 orang/(8 x 3 x 30) = 16,5 bulan.

Waktu Anda tidak cukup!

Karenanya, pilihan paling rasional adalah membuat Tim Pemenangan dan atau Relawan. Atau dalam bahasa perusahan Anda dapat membentuk Pekerja Partai.

Bila waktu efektif yang dialokasikan adalah 6 bulan (01 Oktober 2018 – 30 Maret 2019), dengan anggapan 25 hari kerja sebulan, maka akan setara dengan 150 hari kerja per Tim Relawan. Dengan asumsi efektif Silaturahim Yang Bermutu 3 KK per hari (9 orang pemilih), maka jumlah pemilih yang bisa dikunjungi adalah = 150 hari/ Tim Relawan x 9 pemilih/hari = 1.350 pemilih/Tim Relawan Sehingga, banyaknya Tim Relawan atau Pekerja Partai yang Anda perlukan adalah: = 11.815/1.350 TimRelawan = 9 Tim Relawan Nah, berapa dana yang harus Anda keluarkan untuk membiayai 9 orang Tim Relawan itu?

Dengan asumsi 1 orang Tim Relawan diberi uang lelah Rp. 3.500.000,-/bulan, (termasuk pulsa) maka: = Rp. 3,5 juta/Tim-Bulan x 9 Tim x 6 bulan = Rp. 189 juta. Ternyata hanya perlu kurang 200 juta untuk membangun suatu Promosi dan Silaturahim Yang Bermutu bagi Caleg dan Tim Relawannya. Tapi, sekali lagi! Harus Bermutu adalah penekanannya. Bermutu berarti efektif dan efisien, dan tepat sasaran.

Caranya?

  1. Manfaatkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersedia berbasis TPS;
  2. Gunakan distribusi multi stage random sampling dalam tentukan KK;
  3. Pakai Pola Menyebar Melingkar untuk silaturahim KK
  4. Latih kemampuan Tim Relawan;
  5. Gunakan Teknik Daftar (check list);
  6. Lakukan evaluasi berkala.

Inilah sesungguhnya semua kekuatan itu. kekuatan yang menggabungkan antara kekuatan Konvensional dan Kekuatan non-Konvensional. Catatan akhir, last but not least, puhlikasikan aktivitas Tim Relawan dalam sosial media: Facebook, Twitter, dan Instagram.

Masjumi senantiasa mendasarkan pedjuangannja atas dasar hukum konstitusi. Maka dalam hubungan ini, pendirian Pemerintah di bawah pimpinan Saudara, jakni mengenai bekas anggota Masjumi, sebagai warga Negara, tetap didjamin hak-hak demokrasinja sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, adalah satu kebijaksanaan yang sangat kami hargai. Yang kami, beserta pendukung-pendukung kami, harapkan sekarang ialah follow up dari penegasan tetap terjaminnja hak-hak demokrasi para bekas anggota-anggota Masjumi itu, jakni berupa pemulihan legalitas bagi Masjumi, sebagai alat perdjuangan mereka — PRAWOTO MANGKUSASMITO

(Sabar Sitanggang 2018. “10 Langkah Menang di Dapil”, Depok: Pustaka Ar-Rayhan)