Breaking News
Home / Strategi / 5. Susunlah Daerah Unggulan

5. Susunlah Daerah Unggulan

Print Friendly, PDF & Email

 

#5. Susunlah Daerah Unggulan

“Di dalam sistem vang demokratis, orang boleh memperjuangkan apa yang menjadi keinginan, aspirasi dan kepentingannya, sepanjang dilakukan dengan cara-cara damai, demokratis, konstitusional, dan sah menurut hukum. Formalisasi syari ‘at merupakan bentuk konkrit dari konsepsi bernegara. Dalam praktik bernegara tidak ada sesuatu yang dapat dijalankan kalau tidak diformalkan dalam suatu bentuk peraturan perundang-undangan. Apapun kebijakannya, hanya bisa dijalankan kalau diberi bentuk formal ”

Penulis teringat peristiwa 19 tahun lalu. Saat penulis didapuk menjadi Sekretaris Komite Aksi Pemenangan Pemilu (KAPPU) DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Deli Serdang. Sekaligus juga Ketua Tim Pemenangan Caleg DPR dan DPRD.

“Bar, kok kita cuma berkutat di 9 kecamatan saja kampanyenya? Kan ada 33 kecamatan se-Deli Serdang ini!” tanya Caleg DPR RI. Dapil Deli Serdang. Pemilu 1999 menganut Sistem Proporsional Stelsel Daftar, artinya setiap Caleg DPR Rl didaftarkan/berbasis pada Kabupaten/Kota tertentu.

Aku tersenyum. “Kita sudah menjangkau lebih dari 60% pemilih di Deli Serdang, Kak. Dan itu cukup kalau hanya untuk mendapat 1 kursi sisa. Kan gajinya sama anggota yang dapat 1 kursi penuh Kak! ’’jawabku enteng.

Dialog itu masih jelas terngiang ingatanku. Dan Alhamdulillah, dari Deli Serdang pada Pemilu 1999 dihasilkan 1 kursi DPR Rl atas nama Hj. Noorbalqis; 1 kursi DPRD Propinsi Sumatera Utara atas nama Banuaran Ritonga, dan 1 kursi DPRD Kabupaten Deli Serdang atas namy Mujahiduddin!

Kenapa sebagai Sekretaris KAPPU-Cabang yang sekaligus perencana pemenangan pemilu di Deli Serdang saat itu penulis mengambil langkah itu? Jawabnya perencanaan yang rasional.

Karenanya, sangat penting dan mendasar sekali menentukan target suara dalam pemilu, wa bil khusus menentukan target suara di Dapil. Setidaknya agar perencanaan pemenangan tidak ngawur alias serampangan.

Salah satu unsur terpenting dalam perencanaan pemenangan pemilu adalah penyusunan daerah-daerah ungulan. Unggulan dalam apa? dalam apa saja yang memungkinkan ide dan kampanye Caleg bisa tersebar semaksimal mungkin bagi calon pemilih dengan bujet yang mampu dipenuhi calon.

Logika sederhananya adalah semakin banyak tersebar ide dan muatan serta pesan para caleg kepada pemilih semakin besar pemilih pemilih akan terpapar dan akhimya menjatuhkan pilihan. Masalahnya adalah, semakin luas penyebaran ide, semakin besar pula yang harus dikeluarkan. Sementara ada keterbatasan dalam hal pendanaan bagi caleg. Apalagi caleg asal PBB.

Apa itu daerah unggulan?

Daerah unggulan adalah daerah yang secara teoretik diperkirakan memiliki peluang menghasilkan suara yang relatif besar bagi calon ilnn dan partai. Atau dengan kata lain, daerah yang berpotensi menghasilkan sekurang-kurangnya 1 kursi. Meski, kursi sisa. Baimana cara untuk mengetahui bahwa suatu daerah unggul atau berpotensi bagi caleg dan partai? Secara konvensional, dapat disebutkan perlu melakukan apa yang dikenal sebagai MONOGRAFI POLITIK berbasis unit terkecil dari daerah tersebut.

Apa pula Monografi Politik itu?
Lagi-lagi secara teori. Monografi politik adalah pembuatan PETA POLITIK berupa data tentang preferensi (kecenderungan pilihan) politik dan karakteristik pemilih dengan menjadikan skala lerkecil (Desa/Kelurahan) sebagai unit analisis yang di-up date berkala. Hal ini perlu dilakukan nntuk melihat sejauh mana sesungguhnya perubahan-perubahan sikap dan pilihan rasionil pemilih di daerah itu.

Apa target utama Monografi Politik?

Jelas, agar caleg tahu lewat sebuah pengukuran tentunya:
1. SEJAUHMANA PBB TELAH DIKENAL OLEH PEMILIH;
2. SEJAUHMANA CALEG PBH DIKENAL OLEH PEMILIH, dan yang tak kalah penting,
3. SEBERAPA BESAR KEMUNGKINAN PEMILIH AKAN MEMILIH PBB/CALEG PADA PEMILU 2019.

Dalam bahasa yang lebih teknis, Monografi Politik adalah pembuatan Peta Dasar Kawasan Perang. Dari peta itu, akan diperoleh dan tergambar dengan jelas dimana kawasan lembah, dimana daerah berbukit, dataran rendah, semak belukar, sungai, bebatuan, dan sebagainya. Sehingga penempatan pasukan dan strategi dasar -baik untuk menyerang ataupun bertahan, akan lebih efektif dan efisien. Itulah intinya!

Bagaimana praktisnya Monografi Politik ini?
Mari kembali berandai-andai. Anda adalah seorang Caleg DPRD Propinsi di Sumatera Utara. Daerah Pemilihan Anda adalah Sumatera Utara 3, yakni Kabupaten Deli Serdang. Kuota kursi DPRD yang disediakan adalah 12. Dan inilah data-data yang bisa Anda peroleh dari laman KPU, yakni tentang Jumlah Pemilih dan Jumlah TPS Kabupaten Deli Serdang.

 

NoKecamatanJML TPSJumlah Pemilih  
LPTotal
1.Bangun Purba537.3107.39614.706
2.Batang Kuis11517,57517,46235.037
3.Beringin10617,69217,86335,555
4.Deli Tua8715,81515,98831,803
5.Galang12621,49322,25043,743
6.Gunung Meriah128849121796
7.Hamparan Perak29347,51646,77694,292
8.Kotalimbaru8310,91511,49422,409
9.Labuhan Deli11219,01513,74237,757
10.Lubuk Pakam18728,66330,31058,973
11.Namorambe7610,91411,47322,387
12.Pagar Kerbau7021,41812,54924,967
13.Pancur Batu16626.83228.30755.139
14.Pantai Labu7815,91815,60031,818
15.Patumbak13429,39629,16958,565
16.Percit Sei Tuan581115,414114,565229,979
17.Sibiru-biru7411,40111,89623,297
18.Sibolangit656,7387,00913,747
19.STM Hilir769,9299,52419,853
20.STM Hulu393,9553,9567,911
21.Sunggal45887,63789,550177,187
22.Tanjung Morawa39462.19562.949125.144
Jumlah1379579.625586.1401.165.765

 

Apa yang akan Anda lakukan dengan data ini?
Saran penulis, Anda cukup berkampanye dan konsentrasi sosialisasi dan pemenangan di 4 (empat) kecamatan saja! Di kecamatan apa sajakah itu? Di Kecamatan Percut Sei Tuan (229.979), Kecamatan Sunggal (177.187), Kecamatan Tanjung Morawa (125.144), dan Kecamatan Hamparan Perak (94.292). Keempat kecamatan ini telah menyumbang suara sebesar

= (229.979+177.187+125.144+94.292)/1.165.765 = 53.75% pemilih.

Dengan kuota sebanyak 12 kursi DPRD Propinsi, dari konsep hidden threshold diketahui bahwa ‘harga satu kursi’ di dapil itu adalah sebesar: = (100/12)% = 8.33%. Sehingga, keempat kecamatan sebagai lokasi yang akan Anda rencanakan sebagai basis j pemenangan, sosialisasi dan kampanye, ] sebenamya telah menyumbang sebanyak: = 53.75%/8.33% = 6,45 kursi!

Dengan segala keterbatasan yang mungkin Anda miliki sebagai caleg, maka luasan daerah yang sempit namun berkualitas, waktu yang bisa lebih maksimal, dan dana yang relatif tak besar, Anda bisa lebih fokus. Dan sesungguhnyalah, Anda telah melakukan bagian terpenting dari apa yang dikenal sebagai prinsip Monografi Politik itu.

Dan penulis, seperti pengalaman 19 tahun lalu itu, akan menyarankan kepada Anda agar memaksimalkan pemenangan, kampanye dan penggalangan berupa promosi partai dan sebagai Caleg di 4 (empat) kecamatan itu saja.

Tapi, bila kondisi yang tak memungkinkan memaksimalkan di 4 (empat) kecamatan, misalnya, anda juga bisa hanya konsentrasi di 2 (dua) Kecamatan yakni: Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Sunggal, karena hal itu setara dengan = (229.979+177.187)/1.165.765 = 34,93% pemilih. = 34,93%/8,33% = 4,19 kursi.

Atau bahkan, penulis berani mengatakan, dan menyarankan, bahwa Anda cukup konsentrasi pada 1 (satu) kecamatan, yakni Kecamatan Percut Sei Tuan dengan 229.979 pemilih yang setara dengan 19,73% pemilih yang sama artinya di kecamatan itu telah tersedia 2,37 kursi.

Itulah makna hakiki dari Monografi Politik.
Apa pesan utama bagian Susun Daerah Unggulan ini?

Kata kuncinya adalah realistis sebagai Caleg dalam Pemilu, dan fokus pada daerah unggulan yang potensial menurut perhitungan dan data yang konkret. Jangan banyak berspekulasi dengan luasnya daerah operasi Anda untuk sosialisasi dan kampanye.

“Seluruh batu cadas sesungguh mengandung ukiran patung yang Tugas kita adalah menyingkirkan batu yang membelenggu itu keindahan itu MICHELANGELO