Breaking News
Home / Artikel / H-43 Pileg dan Pilpres 2019 : Mendulang Suara Milenial (2) *

H-43 Pileg dan Pilpres 2019 : Mendulang Suara Milenial (2) *

Print Friendly, PDF & Email

Jumlah milenial Indonesia diperkirakan sepertiga dari jumlah penduduk, dan kontribusi mereka terhadap kemenangan caleg-capres-cawapres sangat signifikan. Hasil riset oleh Alvara Research Center akhir Juli 2018 mengungkapkan temuan bahwa ada 9 perilaku mereka, yaitu : 1. Kecanduan Internet; 2. Mudah berpaling ke lain hati; 3. Dompet tipis; 4. kerja cepat kerja cerdas; 5. bisa apa saja; 6. liburan kapan saja dimana saja; 7. cuek dengan politik; 7. suka berbagi; dan 9. Tidak harus memiliki.

Karena milenial cuek politik, langkah pertama yang harus dilakukan oleh Partai Politik Peserta Pemilu berikut caleg DPR ( semua tingkatan), caleg DPD RI, capres- cawapres dan penyelenggara pemilu, dan masyarakat luas adalah mengajak milenial untuk tidak golput. Sosialisasi berkelanjutan perlu dilakukan untuk memberikan kesadaran dan pemahaman bahwa suara mereka penting dan diperlukan, karena akan turut menentukan arah kebijakan penyelenggaraan negara lima tahun kedepan. Materi video Ustadz Abdul Somad berikut bisa dijadikan salah satu bahan sosialisasi

Setelah itu adalah upaya melibatkan milenial dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Program yang ditawarkan kepada milenial haruslah sederhana, terukur, dapat dicapai, realistis, serta ada rentang waktunya. Rentang waktu yang dicakup tentu cukup lima tahun kedepan, karena seluruh komponen masyarakat akan langsung ikut mengawasi kinerja yang dicapai anggota legislatif dan presiden- Wakil Presiden tidak perlu waktu lama sejak terpilih.

Milenial menginginkan kejujuran, dan oleh karena itu perlu penyampaian informasi yang benar dan akurat tentang visi misi dan program kerja dari caleg-capres-cawapres (baik petahana yang mencalonkan lagi maupun yang baru).

Rekam jejak perlu diungkapkan kepada milenial sehingga bisa dicerna oleh mereka dengan cermat dan cerdas untuk agar tidak salah pilih sehingga rakyat Indonesia bisa memiliki Anggota Legislatif, Presiden, dan Wakil Presiden yang memiliki kompetensi dan integritas diatas standar rata-rata.

Tak kurang pentingnya untuk melibatkan milenial dalam mewujudkan Pemilu Serentak yang bersih, jujur, dan adil. Milenial bisa difungsikan sebagai pelopor paling depan di negeri ini untuk mencegah potensi politik uang baik itu potensi jual beli suara atau bahkan potensi pengubahan hasil suara. Berita paling mutakhir awal Februari 2019 tentang mega korupsi 5,8 Triliun seorang kader Partai yang menjabat sebagai Bupati Kotawaringin Timur sehingga dijadikan tersangka oleh KPK patut dijelaskan dan diungkapkan kepada milenial. Demikian pula mengenai Gambar peta korupsi yang melibatkan partai politik di tahun 2014- 2017 berikut hanyalah contoh kecil untuk diketahui oleh milenial, karena gambar itu mampu bercerita dengan baik tentang banyak hal lebih dari 1.000 kata.

 

Terlepas dari kenyataan tidak mampu meloloskan calegnya masuk DPR RI di tahun 2009 dan 2014, Partai Bulan Bintang sungguh memiliki rekam jejak kinerja diatas rata-rata untuk periode yang panjang, baik itu di era tahun 1950-1960 an maupun di era setelah Reformasi.

In syaa Allah, PBB sudah punya resep sendiri untuk mengoptimalkan peran serta milineal Indonesia pada Pemilu Serentak 2019. Bagaimana detilnya tentu menjadi strategi dan taktik yang tidak bisa diungkapkan secara terbuka kepada publik.

Wallahu ‘alam

* Azhar Zainuri, SE., MM – Caleg PBB utk DPR RI Dapil Sumsel I No Urut 3

About Azhar Zainuri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *