Breaking News
Home / Beyond Pemilu 2019 / Strategi / 7. Popularitas dan Kualitas

7. Popularitas dan Kualitas

Print Friendly, PDF & Email

#7 :  POPULARITAS DAN KUALITAS

Rakyat harus diyakinkan bahwa PBB mempunyai cita-cita mulia memajukan  bangsa dan Negara, serta rakyat kita seluruhnya. Tunjukkan kepedulian dan perhatian yang besar dari partai ini kepada rakyat miskin di kampung-kampung. PBB ingin rakyat sejahtera, adil dan makmur, serta bebas dari rasa takut. PBB tidak ingin harga-harga kebutuhan pokok, biaya kesehatan dan pendidikan mahal dan tidak terjangkau oleh rakyat. PBB ingin menjalankan kebijakan energi nasional yang berpihak kepada rakyat, sehingga harga BBM di dalam negeri tidak mengalami gonjang-ganjing karena fluktuasi harga minyak di pasaran internasional, akibat ulah spekulan dan mafia minyak dunia.”

Kata orang, “Ini Zaman Now!”

Zaman ini adalah zaman serba instant;

Zaman ini adalah zaman sosial media, dan;

Zaman ini adalah zaman pragmatisme.

Karenanya,

Hidup di zaman ini yang penting bagus bungkusnya, packaging-nya kata orang. Dan tampaknya sifat zaman ini pun terimbas pada ranah politik, baik di tingkat lokal bahkan nasional. Buktinya? Survei-survei tentang  elektabilitas calon diukur dengan dikenal atau tidak dikenalnya seseorang; tokoh atau bukan-tokoh sang calon; atau popular atau tak-populer tokoh yang ditawarkan. Maka tidaklah mengherankan bila tokoh-tokoh yang popular banyak memenangkan pilkada di beberapa Propinsi atau Kabupaten/Kota.

Bagaimana dengan Pemilu 2019? Apalagi  fenomena seperti ini juga dominan dalam Pileg? ‘

Bisa ya, bisa tidak!

Bila Anda adalah caleg yang memang sudah populer, lanjutkan dan manfaatkan keadaan itu untuk menuai hasil dalam meraih dukungan suara pemilih di dapil. Pertanyaannya, “Bagaimana seandainya Anda bukanlah caleg yang populer?”

Kursi pada Pemilu 2019 akan dihitung berdasarkan raihan suara di daerah pemilihan dengan metode konversi tertentu (Sainte Lague). Di dalam satu dapil, proses peraihan suara dilakukan dalam waktu yang sama, di tempat yang sama dan dengan pemilih yang sama. Karenanya, hanya calon-calon yang punya nilai lebih sajalah yang relatif mudah menghimpun suara. Nilai lebih itu adalah ‘sesuatu banget’ buat pemilih.

Karenanya, bila Anda bukanlah seorang caleg yang populer, nilai lebih apa yang akan Anda tawarkan? Jawabnya berkualitas dan menjadi populer! Menjadi caleg yang berkualitas dapat Anda tunjukkan dengan ukuran kualitas personal dan kualitas sosial. Kualitas personal misalnya, prestasi Anda sebagai profesional atau apapun yang mendapat penghargaan positif perlu dipublikasikan. Lebih banyak lebih baik, dengan tetap mengedepankan etik dan estetik. Hindari pengungkapan kualitas personal yang mengesankan keangkuhan  kesombongan, setidaknya terlalu bangga dengan prestasi pribadi itu.

Sementara kualitas sosial dapat Anda mainkan hal-hal positif yang sedang dan telah Anda lakukan untuk publik. Misalnya Anda adalah bagian dari komunitas filantrofi, atau pegiat idvokasi, penggagas literasi, apa saja aktivitas yang dapat membuat masyarakat lebih baik, lebih maju dan tercerdaskan misalnya. Hal ini juga perlu diungkap ke publik.

lngat bahwa, mungkin bagi Anda sejumlah prestasi kualitas personal dan sosial itu biasa, tetapi belum tentu biasa bagi publik. Sentimen positif dari pengungkapan kualitas ini perlu untuk menimbulkan trust bagi publik dan memberi kenyamanan bagi mereka, bahwa calon yang akan mereka pilih memiliki sesuatu yang berbeda.

Berikutnya, bagaimana menjadi populer?

Seperti disebutkan sebelumnya bila Anda adalah menang caleg yang sebelumnya sudah populer itu mudah. Tapi, bila tidak! Pilihan berikut ini bisa menjadi pertimbangan.    Seorang caleg dapat populer karena memang posisinya di tengah-tengah komunitasnya. Tapi, popularitas yang dimaksud dalam bagian ini adalah ketokohan yang melekat pada seseorang karena legitimasi kulturalnya.

Masih ingat tentang latar belakang dan filosofi ditemukannya 4G oleh tim yang dipimpin oleh Prof. Khoirul Anwar, putera asli Indonesia kelahiran Kediri? Ternyata cyclic prefix teknik modulasi untuk komunikasi wireless broadband, yang membuat transmisi data tidak efisien, dapat dihilangkan sama sekali namun tidak mengurangi performance dari sistem keseluruhan. Dan Prof Khoirul terinspirasi oleh kartun Dragon Ball yang menghimpun energi genki dama dari sekitamya (alam semesta), dihimpun dan menjadi satu kesatuan yang full energy.

Nah, frasa menghimpun energi genki dama dari sekitamya adalah kata kunci bagi Anda untuk menjadi caleg yang populer. Sebagai caleg Anda memiliki energi. Tapi Anda sadar bahwa energi yang Anda miliki tak cukup untuk mengcover perolehan suara di dapil sehingga bisa dan cukup terkonversi menjadi kursi, sekurang-kurangnya 1 (satu) kursi sisa.

Lantas, apa jalan keluamya?

Menghimpun energi dari sekitar Anda!

Bagaimana teknisya?

Perhatikan dan amati secara teliti orang-orang di sekitar Anda. Saudara, tetangga, teman, rekan kerja, bahkan komunitas sosial media yangn anda ikut di dalamnya. Ingat prinsip dasar bahwa semua manusia, memiliki energi, sekecil apa pun itu. Bahkan tidak sedikit yang energinya jauh lebih besar dari Anda. Untuk menjadi seseorang yang memiliki Iegitimasi kultural, Anda tidak harus berasal dari garis keturunan yang diakui masyarakat (darah biru). Meski hal itu perlu, tapi tidak sepenuhnya seperti itu. Yang terpenting adalah basis kultural yang diperoleh karena prestasi sekecil apapun dan di bidang apa saja, di tengah-tengah masyarakat. Dengan kata lain, “Anda pasti punya jasa” bagi masyarakat dimana Anda berada. Hal itu tentu berlaku pula bagi orang-orang di sekitar Anda. Nah, disinilah letak titik apinya!

Akan sangat banyak ‘tokoh’ yang bisa Anda jadikan rekan, berdasar atas prestasi mereka masing-masing. Bahkan bukan tidak mungkin, tokoh yang lahir karena profesi tertentu dalam komunitas. Merangkul ‘tokoh-tokoh’ lokal (local leader) akan sangat bermanfaat. Mereka bisa menjadi vote getter, yang akan sangat efektif bagi pendulangan suara. Contoh sederhana yang sedang dikerjakan oleh Ketua Umum Partai Bulan Bintang, sebagai Advokat, adalah mendampingi dan menjadi Kuasa Hukum Parade Nusantara dan Asosiasi Pekerja Pribumi, untuk melakukan Uji Materi (Judicial Riview) terhadap UU tentang Desa dan Keppres tentang Tenaga Kerja Asing.

Apa yang Anda bisa ambil manfaat dan dari yang dikerjakan oleh Prof. Yusril di atas?

Segera bangun komunikasi dengan jaringan kedua organisasi itu di level dapil Anda. Untuk itu :

  1. Manfaatkan hubungan Parade Nusantara dengan Kepala-kepala Desa yang menjadi anggotanya di dapil Anda, dan bangun kesepahaman dan kerjasama yang saling menguntungkan;
  2. Inventarisasi kemungkinan terdapat kaitan antara persoalan Pekerja Asing di Dapil Anda dan bangunlah saling pengertian dengan mereka dan keluarga serta kerabatnya .

Itu dalam skala nasional. Dalam ranah lokal, apa yang bisa dikerjalan?

Banyak dan banyak sekali. Ingat Dragon Ball! Energi genki dama dari sekitar Anda terlalu banyak. Akumulasi yang kecil terus dan terus, akan berbuah bukit. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, begitu pesan bijak orang-orang tua.

Terlalu banyak untuk dituliskan: Ustadz Kampung, Guru, Bidan, Tabib, Dukun, Tukang Kredit Keliling, dan Komunitas Pengamen![1] Energi-energi mereka bisa dihimpun dalam  kesatuan yang terorganisir dengan baik, jelas limpahan suara yang signifikan artinya.

Untuk itu, selesai Anda mambaca bagian ini, segera lakukan inventarisasi tokoh-tokoh lokal yang ada di dapil Anda, jalin komunikasi dengan mereka, bangun kesepahaman dan kerjasama saling menguntungkan, dan publikasi kepada masyarakat sesering mungkin. Lebih cepat, lebih baik!

Akhimya satu hal yang perlu diingat dan disadari bahwa Pemilu pada hakekatnya adalah menghimpun sebanyak-banyaknya aspirasi pemilih untuk diarahkan menjatuhkan pilihan mereka, pada saat pencoblosan, kepada Anda sebagai Caleg. Atau setidaknya, memilih partai yang mencalonkan Anda. Hal itu akan lebih mudah bila dibantu oleh orang-orang yang mampu menarik pemilih menuju ke arah itu. Orang-orang seperti itu ada di mana saja, kapan saja dan dalam situasi apa saja. Orang-orang itu sejatinya adalah tokoh-tokoh populer yang harus ditemukan. Karenanya, temukan orang-orang itu!

“Esensi kungfu peremuk tulang adalah meilpatgandakan berat badan di saat memukul, yang juga akan melipatgandakan tenaga pukulan yang dilancarkan dengan bertumpu pada hentakan kaki, kaki penopang dan putaran badan — Nasehat Guru YOSEN pada CHINMI

[1] Komunitas Pengamen pemah dimanfaatkan secara serius oleh kelompok-kelompok kiri di Jakarta: Jaringan Forkot, Miskin Kota, dengan menciptakan serta menyebar lagu-lagu perlawanan terhadap rezim dengan mengekspose kemiskinan, ketimpangan, dan sejenisnya, yang digerakkan secara masif untuk disampaikan di gerbong kereta Jabodetabek (dulu) di persimpangan jalan dan di angkot serta bis kota.

 (Sabar Sitanggang. 2018. “10 Langkah Menang di Dapil”, Depok: Pustaka Ar-Rayhan)