Breaking News
Home / Beyond Pemilu 2019 / Strategi / 1. Luruskan Niat

1. Luruskan Niat

Print Friendly, PDF & Email

# 1. Luruskan Niat  

Pertama kali, saat membaca judul bab pertama ini, apa yang langsung terfikirkan?

“Akh, klasik”

“Normatif”

“Biasa”

Atau sekedar ucapan

“Hmm…”

Itu hal yang wajar. Hal yang biasa.

Tapi, tahukan anda bahwa di keklasikannya itulah, di kenormatifannya itulah, dan di  biasanya itulah, serta di hmm itulah terletak KEKUATANNYA.

Sadarilah bahwa Partai Bulan Bintang ini adalah Partai Islam. Islam tanpa embel-embel. Islam saja. Saja yang bukan embel-embel!

Apa artinya?

Partai ini tidak terjebak pada permainan kosa kata:  Islam Terbuka, Islam Inklusif, Islam Rasional, Islam Modernis, Islam Emansipatoris, Islam Liberal, bahkan Islam Nusantara sekalipun.

Cukup katakan Partai Bulan Bintang ini PARTAI ISLAM.

Konsekuensi sebagai Partai Islam, Partai Bulan Bintang yang memang sengaja menjadikan Islam sebagai asas perjuangannya, patuh pada kaidah-kaidah dan prinsip Islam yang mendasarinya.

Prinsip dasar itu adalah,  bahwa Islam mensyaratkan aturan dasar atas siapa saja yang mengikuti jalannya, yakni segala aktifitas haruslah dilandasi oleh dan bergantung kepada niatnya.

Apakah niat itu?

Padanan kata yang mendekati maknanya hari ini, zaman now adalah MOTIVASI.

Ucapan Manusia Agung, dan panutan terbaik ummat sepanjang zaman, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang sangat terkenal tentang niat adalah:

إِنَّمَا الأَعْمَلُ بِالنِّيَاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئِ مَّانَوَى

Makna sederhana dari hadits ini adalah bahwa setiap sesuatu perbuatan tergantung kepada niatnya (motivasi yang melatarinya). Dan setiap sesuatu perbuatan itu akan diganjar (dibalas) dengan apa yang menjadi niatnya itu.

Nah, karenanya meletakkan niat (motivasi) menjadi fondasi utama. Karena niat akan menentukan orientasi (cara) dan tujuan.

Dan, hadits tentang niat ini adalah hadits yang tertutup pilihannya. Artinya, hanya ada 2 (dua) pilihan sebagai fondasi niat bagi ummat Islam, yakni : ALLAH dan DUNIA.

Memang asbaabul wurud hadits ini jelas. Secara eksplisit saat itu Rasulullah dan para sahabat serta pengikutnya berada dalam himpitan dan tekanan kaum kafir Quraisy baik di bidang politik, sosial bahkan ekonomi. Dalam kondisi tersebut, turunlah perintah untuk keluar kota (hijrah). Hal itu berarti :

Meninggalkan tanah air yang dicintai!

Meninggalkan harta benda yang dicintai!

Keluar dari zona nyaman!

Jauh dari saudara-saudara!

Dan itu adalah perintah yang wajib dikerjakan. Suatu pilihan yang sulit.

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung kepada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-NYA, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasulnya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena perempuan yangdinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju. (HR Bukhari dan Muslim/1907)

Karenanya, bila motivasi anda menjadi caleg dari Partai Bulan Bintang karena ingin jadi anggota DPR RI, DPRD Propinsi, atau DPRD Kabupaten/Kota, maka itulah yang bermakna semata-mata DUNIA.

Tapi, bila motivasi anda menjadi caleg dari Partai Bulan Bintang adalah karena ingin meninggikan kalimat Allah, li i’laai kalimatillah, maka jadi ataupun tidak jadi anggota DPR RI, DPRD Propinsi atau DPRD Kabupaten/Kota, adalah efek saja! Dan ini, yang dimaksud niat karena Allah.

Karenanya mari luruskan niat. Bahwa Pemilu 2019 nanti, dimana kita ikut terlibat didalamnya, haruslah dilandasi oleh niat semata-mata karena Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Pemilu adalah HIJRAH kita dari kondisi TERPURUK 2009 dan 2014 menuju ke keadaan yang in syaa Allah LEBIH BAIK LAGI PADA TAHUN 2019.

Untuk itu, motivasi karena Allah, berarti bahwa orientasi yang harus tertanam dalam setiap diri Caleg dari Partai Bulan Bintang adalah IBADAH. Semata-mata ibadah, yakni ibadah melalui jalur parlemen, legislatif

 

(Sabar Sitanggang 10 Langkah Menang di Dapil, 2018  Depok : Pustaka ar-Rayhan )