Breaking News
Home / Uncategorized / Antara Manuver Yusril dan Penguasaan Suara PBB di Parlemen

Antara Manuver Yusril dan Penguasaan Suara PBB di Parlemen

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta, 9 November 2018

Ditulis oleh : Nur Arifuddin S.IP *

Prof.Yusril Ihza Mahendera diawal bulan November 2018 telah membuat kejutan tidak saja di internal Partai Bulan Bintang, namun juga di perpolitikan nasional dengan menjadi Lawyer pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin. Beberapa spekulasi yang berkembang setelah itu mewarnai berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik. Beberapa teori yang mendasari hal tersebut adalah teori zero sum game yang ditulis Emile Borel (1921), dimana kemenangan yang diraih setara atau menimbulkan kerugian pihak lain.

Dengan kata lain, tidak ada jalan untuk memilih yang saat ini dihadapi, karena menurut YIM tahun 2019 adalah pertaruhan hidup mati Partai Bulan Bintang. Dengan melihat momentum ummat semenjak aksi 212, terkadang pada situasi tersebut para aktor politik mengambil jalan yang diluar prediksi para tokoh dan pengamat politik, termasuk YIM,

Walaupun langkah tersebut dinilai wajar, disisi lain telah membuat gaduh dan sangat merugikan dan demotivasi para caleg PBB untuk saat ini. Situasi ini akan terus berlangsung hingga hari H pencoblosan, terkecuali ada hal-hal khusus yang dilakukan para calegnya untuk dapat juga mengambil manuver yang sama bahayanya, yakni mendahului DPP PBB mengambil sikap politik untuk menentukan arah dukungan partai pada pilpres dan pileg 2019.

Dengan Deklarasi bukan berarti terus  semata-mata mengkampanyekan paslon 02, namun lebih dari itu untuk menyelamatkan konstituen, donatur dan para simpatisan PBB. Oleh karena itu, tidak masalah bila Kader dan Caleg PBB membiarkan ketumnya untuk bermanuver atas nama pribadinya sebagai lawyer, sepanjang itu untuk menaikan posisi tawar partai pada 2 kutub yang berbeda. Pada saat yang sama, kader dan caleg PBB perlu juga bermanuver menyelamatkan konstituen, donator dan arah ijtima’ ulama.

Manuver yang dilakukan para kader dan caleg PBB bukan  semata-mata urusan Paslon 01 atau 02, namun lebih pada penyelamatan konstituen,  mengcounter manuver positif YIM dengan manuver positif kader dan caleg, sehingga yang akan diuntungkan adalah PBB walaupun harus berdarah-darah dan tersayat-sayat menjelaskan manuver tersebut pada kekontituennya

Manuver balik yang akan dilakukan para kader dan caleg PBB diperlukan setelah pengaruh  manuver YIM terasa di akar rumput telah menggerus dan mengancam eksistensi para kader, caleg dan partainya sehingga diperlukan. Mereka sudah cukup menjelaskan manuver ketumnya  mulai dari penentuan paslon, keputusan  ijtima’ ulama hingga Keputusan MK yang menolak PT 0%.  Jika manuver itu masih dalam kategori senyap, mungkin grass root masih bisa paham dan tidak meradang.

Namun, bila kelak ternyata manuver YIM sudah masuk kedalam kategori formil berbentuk akta, perjanjian, atau interaksi formal dengan  petahana, dikhawatirkan akan menggoyahkan hampir seluruh caleg PBB yang ada. Umumnya kader dan caleg PBB memiliki dasar idealisme yang kuat tidak melalui proses tranksaksional oleh partai. Hal ini kredit plus untuk DPP Partai yang dipimpin YIM yang sangat layak diappresiasi.  Karena faktor idealisme dan integritas Caleg inilah, simpati dan dukungan (moral, tenaga, finansial) masyarakat timbul.

Walaupun manuver terakhir YIM yang berisiko serta namun sudah banyak memakan banyak “korban”, alhamdulillah para kaderdan caleg PBB  masih percaya bahwa  langkah YIM tsb  tidak mengkhianati ulama, ummat dan para kader dan caleg PBB. Kita tentunya berharap kedepanya lebih bijak lagi dan lebih tertib lagi mengingat tidak semua calegnya mempunyai amunisi dan logistik yang cukup untuk membiayai kampanyenya. Hal ini untuk menghindarkan gesekan-gesekan yang tidak perlu.

Pada akhirnya, permainan in belum usai, manuver baru di mulai, tentunya para kader dan caleg PBB perlu menundukkan hati mereka pada ketentuan illahi (QS Ali Imron 26), bahwa semakin hati ini ditundukkan dan ditetapkan pada Allah ta’ala saja,  akan semakin membuahkan ketenangan jiwa. Pada saat yang sama, para caleg harus punya alat ikhtiar baru untuk mengimbangi manuver YIM dengan manuver yang tentunya positif untuk mengembalikan mereka yang telah kabur, left, kecewa untuk kembali ke Bulan Bintang.

Pada saat yang sama, floating mass 26 % dipastikan  in syaa Allah dapat direbut dengan  manuver YIM dan manuver para kader dan caleg nya, sehingga dapat mendongkrak suara untuk Partai Bulan Bintang, melebihi prediksi para pengamat politik tanah air. Syaratnya, kita para kader dan caleg PBB  harus dapat melewati ujian berat ini dengan kepala dingin, kreatif dengan manuver baru  dengan ikhtiar maksimal serta tidak tergantung dan terseret manuver YIM.

Wallahu ‘alam.

Penulis Alumnus Fisipol HI UMY,  Mahasiswa Magister Politik UNAS, Caleg PBB DPR RI Dapil Jabar IV no urut 5.

About Azhar Zainuri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *